Sabtu, 07 November 2009
Waktu lagi baca kaskus trus buka thread ini :
(hanya sebagian dari isi thread, ( http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2712728 )
Tanda 100 Hari Sebelum Meninggal:
Ini adalah tanda pertama dari Tuhan kepada hambanya dan hanya akan disadari oleh mereka yang dikehendakinya. Semua orang akan mendapat tanda ini, hanya saja banyak yang tidak menyadarinya.
Tanda ini akan berlaku lazimnya selepas waktu Ashar, seluruh tubuh yaitu dari ujung rambut hingga ke ujung kaki akan mengalami getaran atau seakan-akan menggigil, contohnya seperti daging lembu yang baru
saja disembelih dimana jika diperhatikan dengan teliti, kita akan mendapati daging tersebut seakan-akan bergetar….
Tanda ini rasanya nikmat dan bagi mereka yang sadar dan berdetik di hati bahwa mungkin ini adalah tanda mati, maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah kita sadar akan kehadiran tanda ini.
Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian, tanda ini akan lenyap begitu saja tanpa ada manfaat.
Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini, maka ini adalah peluang terbaik untuk memanfaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.
Langsung teringat kalau beberapa hari sebelumnya (sekitar hari Selasa atau Rabu), waktu itu lagi tidur siang antara jam 3-4 sore sedang demam. Di saat sudah lelap tiba-tiba terbangun, kaget merasa tempat tidur bergoyang kupikir gempa, tapi orang rumah tidak ada yang bereaksi, saat melihat sekeliling kamarpun tidak ada yang bergoyang. Hingga menyadari ternyata hanya tubuhku yang bergetar. Tidak lama namun cukup terasa.
Jika memang ini waktuku......
Ya Allah belum cukup amal dan ibadahku untuk menghadapMu.
(hanya sebagian dari isi thread, ( http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2712728 )
Tanda 100 Hari Sebelum Meninggal:
Ini adalah tanda pertama dari Tuhan kepada hambanya dan hanya akan disadari oleh mereka yang dikehendakinya. Semua orang akan mendapat tanda ini, hanya saja banyak yang tidak menyadarinya.
Tanda ini akan berlaku lazimnya selepas waktu Ashar, seluruh tubuh yaitu dari ujung rambut hingga ke ujung kaki akan mengalami getaran atau seakan-akan menggigil, contohnya seperti daging lembu yang baru
saja disembelih dimana jika diperhatikan dengan teliti, kita akan mendapati daging tersebut seakan-akan bergetar….
Tanda ini rasanya nikmat dan bagi mereka yang sadar dan berdetik di hati bahwa mungkin ini adalah tanda mati, maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah kita sadar akan kehadiran tanda ini.
Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian, tanda ini akan lenyap begitu saja tanpa ada manfaat.
Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini, maka ini adalah peluang terbaik untuk memanfaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.
Langsung teringat kalau beberapa hari sebelumnya (sekitar hari Selasa atau Rabu), waktu itu lagi tidur siang antara jam 3-4 sore sedang demam. Di saat sudah lelap tiba-tiba terbangun, kaget merasa tempat tidur bergoyang kupikir gempa, tapi orang rumah tidak ada yang bereaksi, saat melihat sekeliling kamarpun tidak ada yang bergoyang. Hingga menyadari ternyata hanya tubuhku yang bergetar. Tidak lama namun cukup terasa.
Jika memang ini waktuku......
Ya Allah belum cukup amal dan ibadahku untuk menghadapMu.
Label: life
Kamis, 05 November 2009
What if I give you my smile?
Are you gonna stay for a while?
What if I put you in my dreams tonight?
Are you gonna stay 'till it's bright?
What if I give you my story?
Are you gonna listen to me?
What if I give you my heart?
Are we never gonna be apart?
# Come on baby, try harder
Come on baby, light my fire
Come on baby, be mine
'Cause you're the one I wanted to be
What if... if I do ignore you?
Will you just walk away and cry?
What if I did disappoint you?
Are you gonna say goodbye?
What if I try to catch a flying snitch?
Are you gonna come with me?
What if I give you my song?
Are we gonna sing along?
What if... if you leave me right here?
I'm right here and waiting for you
Selasa, 20 Oktober 2009
Bagaimana sih adil yang bener itu??
Bagaimana sih perlakuan yang adil dari orang tua kepada anak-anaknya??
Apakah dengan menuruti semua keinginannya karena dia anak pertama?
Ataukah mendahului permintaan karena dia anak kesayangan sebagai anak lelaki satu-satunya?
Lalu bagaimana dengan perasaan anak yang lainnya?
Ada yang pernah bilang anak pertama itu anugerah karena yang diharapkan dan paling ditunggu-tunggu, lalu anak kedua direncanakan, tapi ternyata meleset dari rencana ( karena anak pertama perempuan berarti berikutnya mengharapkan anak laki-laki, tapi ternyata anak perempuan lagi yang lahir, jadi kasarnya tuh karena meleset dari rencana jadi sedikit mengecewakan. T.T (mudah-mudahan emang cuma sedikit kecewanya)). Dan setelah itu lahirlah anak lelaki. Sang jagoan
Kira-kira begitulah...
Bisa dibilang dasar manusia gak pernah merasa puas!
Harusnya bersyukur punya orang tua yang mau mengurusi hingga sekarang!!
.......
Iyah "aku bersyukur sudah dilahirkan dalam keluarga ini
aku bersyukur sudah dirawat, dibesarkan dan bisa mengenyam
pendidikan
pendidikan
aku bersyukur masih memiliki kedua orang tua
aku bersyukur keluarga ini masih utuh"
.......
Tiba-tiba terjadi pergumulan di dalam batin ini, anggap saja aku sedang sangat egois. Mungkin aku yang biasanya mengalah sekarang sudah mencapai titik luap yang paling tinggi hingga tidak terbendung lagi.
iyah aku hanya seorang manusia yang emang gak akan pernah merasa puas.
Tapi aku punya perasaan...
;;
Subscribe to:
Postingan (Atom)






